MediaTangerang.com, -
Bertepatan
dengan momentum 50 tahun pemberontakan G-30S/PKI, massa gabungan dari
berbagai ormas Islam se-Kediri Raya, Jawa Timur menggelar aksi damai di
depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Kediri.
Dalam aksi
tersebut, massa membakar bendera PKI dan meminta Presiden RI Joko
Widodo untuk tidak meminta maaf kepada keluarga PKI.
Massa yang
mengatasnamakan diri Gerakan Bela Bangsa (GBB) serta mengenakan pakai
doreng dan pengikat kepala. Mereka menuntut agar Presiden RI Jokowi
tidak mencabut TAP MPR Nomor 25/1966 tentang larangan paham komunisme di
Indonesia.
"Kami minta Presiden Jokowi tidak minta maaf kepada
ahli waris PKI. Sebab dengan meminta maaf, menurut mereka, sama artinya
dengan mengakui keberadaan PKI di Indonesia. Padahal, PKI adalah
pemberontak negara yang merusak demokrasi Pancasila, Undang-Undang Dasar
(UUD) 1945 dan Pancasila sebagai landasan dasar NKRI," tegas korlap
aksi Ahmad Mustain seperti diberitakan BeritaJatim.com, Rabu (30/9/2015).
Unjuk rasa anti PKI
tersebut diakhiri aksi dengan membakar bendera PKI berwarna merah dengan
gambar palu dan arit. Aksi tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap
PKI yang telah berkhianat kepada bangsa Indonesia, serta melakukan
pembunuhan secara sadis terhadap para jenderal, yang telah
mempertahankan negara.
Untuk diketahui, sejumlah ormas Islam yang
terlibat aksi damai anti PKI antara lain dari Nadhlatul Ulama (NU),
Pemuda Ansor, Banser, Pemuda Muhammadiyah, Lembaga Dakwah Islam
Indonesia(LDII) serta sejumlah ormas lainnya.
Pada momen 50 tahun
pemberontakan PKI, mereka mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk tetap
waspada, karena akhir-akhir ini ada kelompok yang berusaha ingin
membangkitkan PKI di Indonesia.




0 Komentar