![]() |
| Batik Kabupaten Tangerang (foto: kompas.com) |
MediaTangerang.com, - Pemerintah Kabupaten Tangerang kini telah memiliki tiga motif batik khas Kabupaten Tangerang. Tiga motif batik itu ditetapkan oleh Bupati Zaki Iskandar setelah sebelumnya Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) menggelar lomba motif batik.
“Batik khas ini akan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Tangerang. batik bermotif khas ini sekaligus sebagai jatidiri kita (kabupaten Tangerang) baik dimata daerah lain maupun internasional,” ujar bupati Zaki Iskandar seperti dikutip Tangselpos.co.id, Jum'at (2/10).
Menurutnya, batik khas Kabupaten Tangerang akan diperkenalkan kepada masyarakat pada saat HUT Kabupaten Tangerang pada Desember mendatang. “Tiga motif batik itu telah melalui proses seleksi dari beberapa pilihan yang sama-sama memiliki motif yang baik,” katanya.
Sementara, Kepala Disporabudpar Kabupaten Tangerang Syaifullah mengatakan, pemilihan motif khas batik Kabupaten Tangerang dilakukan melalui proses lomba cipta karya. Sebelum ditetapkan menjadi batik khas Kabupaten Tangerang 10 motif batik tersebut oleh Disporabudpar dibawa ke Yayasan Batik Indonesia (YBI) di Jakarta guna dilakukan peramuan kembali dan desain ulang.
“Kami bekerjsasama dengan Yayasan Batik Indonesia untuk meramu ulang dan desain ulang. Akhirnya 10 motif batik hasil cipta karya itu diambil 8 draf motif batik Kabupaten Tangerang. kami dorong dan kami mohon ijin kepada bapak Bupati Tangerang untuk dapat dijadikan khas motif batik Kabupaten Tangerang. Sekali lagi Alhamdulilah Bapak Bupati sangat respon dan sangat berkenan sehingga beliau telah menunjuk dan memilih 3 motif batik dijadikan khas batik kabupaten Tangerang,” terang syaifullah yang mantan Sekdis Dispenda Kabupaten Tangerang itu.
Selain batik yang menjadi bagian dari program Disporabudpar, kata Syafrudin, pihaknya juga menggenjok sektor olahraga dan seni budaya. Disektor budaya, tak lama lagi akan dibangun auditorium budaya yang berlokasi di Desa Solear Kecematan Solear. Audotorium Budaya ini akan berfungsi sebagai tempat pegelaran seni budaya masyarakat Kabupaten Tangerang.
“Kami mempunyai tugas untuk mengembangkat bakat budaya seni yang ada di Kabupaten Tangerang , salah satu pengembangan budaya adalah pembangunan auditorium budaya dimana audotorium budaya ini akan digunakan untuk pagelaran dan juga tempat muda mudi yang memiliki kreasi dan kreatifitas untuk melakukan sebuah kegiatan seni budaya,” terangnya.
Begitupun dibidang olahraga, Pemkab Tangerang berkomitmen untuk menggali potensi masyarakat dibidang olahraga melalui pembangunan stadion mini di tiap wilayah kecamatan. Setelah tiga stadion mini rampung dibangun di Kecamatan Solear, Kemiri dan Legok pada 2014 lalu, di 2015 ini akan dibangun 13 stadion mini, hingga pada 2017 mendatang, 29 wilayah kecamatan masing-masing akan memiliki stadion mini.
“Pemerintah kabupaten Tangerang juga sedang membangun stadion utama yang berlokasi di Kelurahan Bojong Nangka Kecematan Kelapa Dua diatas lahan 12 hektar, dengan nilai anggaran sebesar Rp 90 miliar. Stadion utama tersebut bisa dimanfaatkan untuk even olahraga besar dan berskala nasional,” paparnya.
“Batik khas ini akan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Tangerang. batik bermotif khas ini sekaligus sebagai jatidiri kita (kabupaten Tangerang) baik dimata daerah lain maupun internasional,” ujar bupati Zaki Iskandar seperti dikutip Tangselpos.co.id, Jum'at (2/10).
Menurutnya, batik khas Kabupaten Tangerang akan diperkenalkan kepada masyarakat pada saat HUT Kabupaten Tangerang pada Desember mendatang. “Tiga motif batik itu telah melalui proses seleksi dari beberapa pilihan yang sama-sama memiliki motif yang baik,” katanya.
Sementara, Kepala Disporabudpar Kabupaten Tangerang Syaifullah mengatakan, pemilihan motif khas batik Kabupaten Tangerang dilakukan melalui proses lomba cipta karya. Sebelum ditetapkan menjadi batik khas Kabupaten Tangerang 10 motif batik tersebut oleh Disporabudpar dibawa ke Yayasan Batik Indonesia (YBI) di Jakarta guna dilakukan peramuan kembali dan desain ulang.
“Kami bekerjsasama dengan Yayasan Batik Indonesia untuk meramu ulang dan desain ulang. Akhirnya 10 motif batik hasil cipta karya itu diambil 8 draf motif batik Kabupaten Tangerang. kami dorong dan kami mohon ijin kepada bapak Bupati Tangerang untuk dapat dijadikan khas motif batik Kabupaten Tangerang. Sekali lagi Alhamdulilah Bapak Bupati sangat respon dan sangat berkenan sehingga beliau telah menunjuk dan memilih 3 motif batik dijadikan khas batik kabupaten Tangerang,” terang syaifullah yang mantan Sekdis Dispenda Kabupaten Tangerang itu.
Selain batik yang menjadi bagian dari program Disporabudpar, kata Syafrudin, pihaknya juga menggenjok sektor olahraga dan seni budaya. Disektor budaya, tak lama lagi akan dibangun auditorium budaya yang berlokasi di Desa Solear Kecematan Solear. Audotorium Budaya ini akan berfungsi sebagai tempat pegelaran seni budaya masyarakat Kabupaten Tangerang.
“Kami mempunyai tugas untuk mengembangkat bakat budaya seni yang ada di Kabupaten Tangerang , salah satu pengembangan budaya adalah pembangunan auditorium budaya dimana audotorium budaya ini akan digunakan untuk pagelaran dan juga tempat muda mudi yang memiliki kreasi dan kreatifitas untuk melakukan sebuah kegiatan seni budaya,” terangnya.
Begitupun dibidang olahraga, Pemkab Tangerang berkomitmen untuk menggali potensi masyarakat dibidang olahraga melalui pembangunan stadion mini di tiap wilayah kecamatan. Setelah tiga stadion mini rampung dibangun di Kecamatan Solear, Kemiri dan Legok pada 2014 lalu, di 2015 ini akan dibangun 13 stadion mini, hingga pada 2017 mendatang, 29 wilayah kecamatan masing-masing akan memiliki stadion mini.
“Pemerintah kabupaten Tangerang juga sedang membangun stadion utama yang berlokasi di Kelurahan Bojong Nangka Kecematan Kelapa Dua diatas lahan 12 hektar, dengan nilai anggaran sebesar Rp 90 miliar. Stadion utama tersebut bisa dimanfaatkan untuk even olahraga besar dan berskala nasional,” paparnya.




0 Komentar