MediaTangerang.com, - Di Sumatera dan Kalimantan sana saudara sebangsa dan setanah air kita semakin rapuh. Setiap hari, tak pagi tak malam harus berurusan dengan asap. Tak terbayang bagaimana rasanya saat asap itu masuk kedalam hidung, terhirup lalu mengendap di paru-paru, atau hinggap di mata. Betapa pedih! 24 jam pula.
Seorang kawan di Palembang, Rabu, 30 September kemarin tak kuasa lagi menahan sabar, ia mengirimkan pesan kepada segenap kawannya di tanah air, "Sahabat, apa yang bisa kalian lakukan untuk kami di Sumatera? Apa yang bisa kalian lakukan untuk kami agar mampu keluar dari perangkap asap?"
Pagi ini, saya tak lagi mendapat pesan serupa. Hanya gambar berupa pengendara di jalan raya yang nyaris tak terlihat batas antara tepian jalan dan langit. Nyaris tak ada beda.
"Itu jembatan kebanggan kami kawan. Itu Ampera! Tak lagi terlihat tiang-tiang indah itu," ujarnya.
Kemarin pula, seorang kawan di Kalimantan mengirim pesan serupa. Ia seorang guru. Pengajar generasi penerus negeri ini.
"Saya bingung. Anak-anak sudah libur 1 bulan. Tak bisa berangkat sekolah. Tak bisa belajar karena asap sudah masuk kelas," ujar kawan saya itu.
Disini..
Di tanah Jawa, kami hanya bisa membayangkan tanpa merasakan..
Yuk, mari kita ulurkan tangan untuk mereka, bantu sebisa yang kita bisa. Ketika persediaan masker mulai menipis. Yuk mari kita bantu dengan memberikan masker.
#MaskerUntukIndonesia
Masker untuk saudara sebangsa setanah air
Masker Untuk Indonesia
Seorang kawan di Palembang, Rabu, 30 September kemarin tak kuasa lagi menahan sabar, ia mengirimkan pesan kepada segenap kawannya di tanah air, "Sahabat, apa yang bisa kalian lakukan untuk kami di Sumatera? Apa yang bisa kalian lakukan untuk kami agar mampu keluar dari perangkap asap?"
Pagi ini, saya tak lagi mendapat pesan serupa. Hanya gambar berupa pengendara di jalan raya yang nyaris tak terlihat batas antara tepian jalan dan langit. Nyaris tak ada beda.
"Itu jembatan kebanggan kami kawan. Itu Ampera! Tak lagi terlihat tiang-tiang indah itu," ujarnya.
Kemarin pula, seorang kawan di Kalimantan mengirim pesan serupa. Ia seorang guru. Pengajar generasi penerus negeri ini.
"Saya bingung. Anak-anak sudah libur 1 bulan. Tak bisa berangkat sekolah. Tak bisa belajar karena asap sudah masuk kelas," ujar kawan saya itu.
Disini..
Di tanah Jawa, kami hanya bisa membayangkan tanpa merasakan..
Yuk, mari kita ulurkan tangan untuk mereka, bantu sebisa yang kita bisa. Ketika persediaan masker mulai menipis. Yuk mari kita bantu dengan memberikan masker.
#MaskerUntukIndonesia
Masker untuk saudara sebangsa setanah air
Masker Untuk Indonesia
Enjang Anwar Sanusi
Redaktur BekasiMedia.com




0 Komentar