Lulusan Sarjana Ekonomi pada tahun 1981 dari Wellesley College Amerika Serikat ini pernah gagal setelah memasukkan motor Tiongkok dengan merk dagang Kanzen. Tetapi itu tidak memberhentikan Tiongkok minded nya dalam keputusan yang baru-baru ini di buatnya. Dengan sepihak Rini yang tanpa perhitungan ini memberikan Tiongkok mega proyek pembangunan Kereta Api cepat Jakarta-Bandung yang sebenarnya juga diincar oleh Negara Jepang.
Apakah disebabkan dengan waktu yang terbatas ataukah ada agenda lain yang telah mereka sepakati bersama ? Yang jelas Tiongkok mengantongi mega proyek tersebut dengan melenggang dan tanpa ada penantang dari pihak lain. Sebut saja yang lebih teruji, lebih murah dan baik serta cepat dalam pengerjaannya misalkan Jepang dan negara-negara maju lainnya.
Bukan saja keberpihakan kepada Tiongkok yang menjadi inti pelanggaran di sini. Skema pembiayaan yang di sepakati Rini dan Tiongkok dengan memaksa Bank sehat kita untuk berhutang dalam nominal USD sebesar 3 Milyar USD dan memaksa konsorsium dalam negeri berhutang dengan tempo selama 60 tahun membuat Rakyat bersedih. Bahkan beberapa pejabat partai yang masih memiliki akal sehat dan otak yang pandai seperti Prof Yusril berkicau di sosial media melalui twitnya. Sebuah pertayaan besar untuk Presiden Joko Widodo dan juga untuk rakyat Indonesia. Ada apa di balik manuver Rini?
Bahkan tokoh senior seperti Arbi Sanit membuat pernyataan bahwa “Karena Rini sudah berada di posisi yang kontroversi secara publik, presiden dan partai pendukung, maka Rini Soemarno wajib segera di keluarkan dari jajaran menteri kabinet kerja Jokowi-JK.
foto : okezone




0 Komentar