7.022 Hektar Sawah di Kabupaten Tangerang Terancam Kekeringan

Ilustrasi (foto: tempo.co)
MediaTangerang.com, - 7.022 hektar dari 35.000 hektar lahan persawahan yang ada di Kabupaten Tangerang, terancam kekeringan. Penyebabnya, sungai Cidurian yang mengaliri area persawahan tersebut mengalami penyusutan volume air, sehingga tak mampu mengaliri air ke persawahan milik warga.

Sekretaris Dinas Pertanian, Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang Mawardi Nasution seperti dilansir dari BantenHits menjelaskan, dari data yang telah ia miliki, kurang lebih sebanyak 7.022 hektar lahan persawahan yang ditanami padi terancam kekeringan. Jumlah tersebut didapatnya dari 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang.

"Sementara untuk wilayah pantura ada Kecamatan Mekar Baru yang mengalami kekeringan, yakni seluas 280 hektar atau sekitar 10 persennya dari 1.990 rencana tanam. Ada juga di Mekar Baru sekitar 180 hektar. Mereka kekeringan karena sawahnya sudah tidak dialiri air dari sungai Cigaruka yang mengalami kekeringan juga," ungkapnya.

Mawardi menambahkan, Pemkab Tangerang pernah mewacanakan untuk menggunakan air laut yang disaring kadar garamnya. Akan tetapi keterbatasan anggaran dan mahalnya alat yang diperlukan hingga kini belum terealisasi.

"Alatnya sendiri cukup mahal, makanya belum terealisasi," ujarnya.

Mawardi berharap, tidak terjadi musim kekeringan yang berkepanjangan tahun ini. Sementara untuk memantau kondisi terkini di lapangan, Dinas Pertanian, Peternakan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang telah menerjunkan Petugas Pelaksanan Pencatat Data (P3D) serta Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (PPOPT) "Cukup banyak petugasnya, berkisar 100 orang petugas. Merekalah yang melaporkan ke kami mengenai kondisi terkini di lapangan," pungkas Mawardi

Posting Komentar

0 Komentar