MediaTangerang.com, - Selasa, 8 September 2015 menjadi hari paling luar biasa bagi tim @SedekahHarian. Mengunjungi dua Kamp Pengungsi Rohingya dengan berbagai kejadian unik di dalamnya.
Berangkat dari posko jam 10.00 pagi Tim #SaveRohingya dari Sedekah Harian menuju lokasi pertama di Kamp Pengungsi Lhok Bani, Langsa, Aceh. Sementara ke lokasi kedua di Bayeun, Aceh Timur, Aceh, kami berangkat setelah dzhuhur. Dengan menyewa kendaraan, kami menuju kedua lokasi dengan lancar.
Kamp Pengungsi Lhok Bani dikelola oleh Satgas Pengungsi berlokasi di kantor Dinas Sosial Pemda Kota Langsa, penghuni kamp ini sebagian besar anak-anak, dan wanita yang sebagian ibu-ibu muslimah Rohingya sejumlah 166 pengungsi.
Sementara, kamp pengungsian Bayeun, Aceh Timur di kelola oleh Satgas Pengungsi dengan jumlah pengungsi 402 pengungsi terdiri dari Laki-laki dan perempuan dewasa serta anak-anak. Mereka tinggal di tenda-tenda dan bangunan hunian sementara.
Fokus program kami, pada Selasa, 8 September 2015 kemarin adalah, menghadirkan kreatifitas bagi anak-anak muslim Rohingya. Semoga dengan hadirnya Program #SaveRohingya dapat menjadi salah satu penghibur bagi mereka.
Di awali dari ice breaking saat kami hadir, dengan menari bersama, yel-yel dan ular naga, dilanjutkan dengan mendongeng. Tak mudah mengkondisikan anak-anak muslim Rohingya yang sebagian besar aktif dan selalu bergerak sesuka hatinya.
Mendongeng untuk anak-anak muslim Rohingya membutuhkan energi yang luar biasa. Dengan menggunakan boneka tangan, kak Dwi dari GepPuk mulai mendongeng, mencoba menarik perhatian anak-anak dan sebagian mereka mulai ada yang memperhatikan.
Perbedaan bahasa, jadi satu tantangan bagi Tim Aksi #SaveRohingya Komunitas @SedekahHarian. Dan akhirnya bercampurlah bahasa yang digunakan, mulai bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, sesekali gunakan bahasa Rohingya.
Kegiatan dilanjutkan dengan mewarnai, di mana setiap anak diminta mewarnai "guruw" yang terdengar seperti guru, pengajar, tapi ternyata artinya Sapi dalam bahasa Indonesia. Dan anak-anak antusias melakukannya. Ada sebagian anak-anak yang terus saja memeluk dan bercanda dengan Tim #SaveRohingya Komunitas @SedekahHarian. Penyerahan 120 paket alat sekolah dilakukan sebagai penutup aksi kami kemarin.
Berangkat dari posko jam 10.00 pagi Tim #SaveRohingya dari Sedekah Harian menuju lokasi pertama di Kamp Pengungsi Lhok Bani, Langsa, Aceh. Sementara ke lokasi kedua di Bayeun, Aceh Timur, Aceh, kami berangkat setelah dzhuhur. Dengan menyewa kendaraan, kami menuju kedua lokasi dengan lancar.
Kamp Pengungsi Lhok Bani dikelola oleh Satgas Pengungsi berlokasi di kantor Dinas Sosial Pemda Kota Langsa, penghuni kamp ini sebagian besar anak-anak, dan wanita yang sebagian ibu-ibu muslimah Rohingya sejumlah 166 pengungsi.
Sementara, kamp pengungsian Bayeun, Aceh Timur di kelola oleh Satgas Pengungsi dengan jumlah pengungsi 402 pengungsi terdiri dari Laki-laki dan perempuan dewasa serta anak-anak. Mereka tinggal di tenda-tenda dan bangunan hunian sementara.
Fokus program kami, pada Selasa, 8 September 2015 kemarin adalah, menghadirkan kreatifitas bagi anak-anak muslim Rohingya. Semoga dengan hadirnya Program #SaveRohingya dapat menjadi salah satu penghibur bagi mereka.
Di awali dari ice breaking saat kami hadir, dengan menari bersama, yel-yel dan ular naga, dilanjutkan dengan mendongeng. Tak mudah mengkondisikan anak-anak muslim Rohingya yang sebagian besar aktif dan selalu bergerak sesuka hatinya.
Mendongeng untuk anak-anak muslim Rohingya membutuhkan energi yang luar biasa. Dengan menggunakan boneka tangan, kak Dwi dari GepPuk mulai mendongeng, mencoba menarik perhatian anak-anak dan sebagian mereka mulai ada yang memperhatikan.
Perbedaan bahasa, jadi satu tantangan bagi Tim Aksi #SaveRohingya Komunitas @SedekahHarian. Dan akhirnya bercampurlah bahasa yang digunakan, mulai bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, sesekali gunakan bahasa Rohingya.
Kegiatan dilanjutkan dengan mewarnai, di mana setiap anak diminta mewarnai "guruw" yang terdengar seperti guru, pengajar, tapi ternyata artinya Sapi dalam bahasa Indonesia. Dan anak-anak antusias melakukannya. Ada sebagian anak-anak yang terus saja memeluk dan bercanda dengan Tim #SaveRohingya Komunitas @SedekahHarian. Penyerahan 120 paket alat sekolah dilakukan sebagai penutup aksi kami kemarin.
Untuk diketahui, ribuan warga Muslim Rohingya lari dari Myanmar karena menerima tindakan represif dari otoritas setempat. Otoritas Myanmar tidak mengakui mereka sebagai warga negara Myanmar. Sebagian mereka ada yang meninggal terkatung-katung di lautan, ada yang meminta suaka di negara lain seperti Indonesia.
Terima kasih kepada donatur yang mengamanahkan donasinya dalam program #SaveRohingya, semoga Allah membalas dengan kebaikan berlipat.
Abdul Azis, melaporkan dari Langsa, Aceh




0 Komentar