Cerdas, Muslimah Ini Diterima 13 Universitas Terbaik Dunia

Saheela Ibraheem bersama Presiden AS Barack Obama
MediaTangerang.com, - Saheela Ibraheem, 20, bukan manusia biasa. Dia adalah salah satu di antara 50 pemuda paling pintar di dunia. Betapa tidak, di usia 15 tahun, Saheela Ibraheem sudah diterima di Universitas Harvard jurusan neurobiologi.

Sebagaimana diberitakan Pojoksatu.id, Rabu (23/4/2015), Saheela tak hanya diterima di Harvard, di saat yang sama, ada 12 perguruan tinggi lain yang juga menerimanya sebagai mahasiswa.

Di antaranya MIT, Universitas Pennsylvania, Cornell, Brown, Princeton, Columbia, dan Chicago. Kini, saat usianya menginjak 20 tahun, Saheela telah lulus dari Harvard.

Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama bahkan mengundangnya ke Gedung Putih Maret lalu dan memuji kegeniusannya. Dia diundang dalam rangka merayakan Bulan Sejarah Penduduk Afrika-Amerika di AS.

“Dia seperti gabungan dari Departemen Luar Negeri dan Institut Nasional Kesehatan. Orang muda seperti ini menginspirasi masa depan kita,” ujar Obama memuji Saheela.

Saheela bukan penduduk asli AS. Gadis berkulit hitam itu adalah keturunan Nigeria. Sejak kecil, kecerdasan Saheela sudah terlihat. Pelajaran di sekolahnya dilahap habis. Mengetahui hal tersebut, orang tuanya memberikan materi-materi lain sebagai tambahan untuk mengasah kecerdasannya.

“Tidak ada yang istimewa. Saya berusaha melakukan yang terbaik untuk segala hal. Siapa pun yang memiliki motivasi bisa menciptakan keajaiban,” tutur Saheela.

Gadis yang besar di Piscataway, New Jersey, AS, tersebut mengungkapkan, dirinya memiliki kunci sukses yang bisa dilakukan semua orang. Yaitu, mengetahui apa yang kita sukai dan mempelajarinya sedini mungkin. Dia sendiri mengasah kemampuannya di bidang akademik sejak usia 5 tahun.

“Jika kamu menyukai apa yang kamu lakukan, kunci tersebut akan bekerja. Saya sendiri memiliki kecintaan pada banyak hal, terutama matematika dan sains” terang Saheela. Dia juga menguasai beberapa bahasa lain selain bahasa Inggris. Yaitu, bahasa Arab, Spanyol, Latin, dan Yoruba.

Saheela menyarankan agar para mahasiswa baru berkenalan dan berkomunikasi dengan sebanyak mungkin orang. Meski belajar giat, menurut Saheela, harus ada waktu untuk tidur dan menjalankan hal-hal lain yang disukainya.

Saheela mengungkapkan, meski dirinya lebih muda daripada teman-teman kuliahnya, hal tersebut tidak terlalu menjadi masalah.

Di Harvard, Saheela menjadi anggota Komunitas Mahasiswa Islam Harvard, klub sains untuk mahasiswi, dan Dreamporte. Yang terakhir ini adalah klub yang menggunakan teknologi 3 dimensi untuk mengajar geografi dan budaya dunia kepada anak asuh dari para mahasiswa.
 
 

Posting Komentar

0 Komentar