![]() |
| Ilustrasi |
MediaTangerang.com, - Tingginya nilai tukar rupiah terhadap dolar membuat Pedagang Kaki Lima (PKL) mengeluh. Mereka meminta kepada Presiden Jokowi untuk segera bertindak menstabilkan kebutuhan harga bahan pokok.
“Makin dikit sih yang beli, tapi masih lumayan penghasilannya. Ya, kalau enggak gini ya enggak makan nantinya,” kata Tuti, pedagang pakaian di alun-alun Serang seperti diberitakan Indopos.
Warga Benggala, Kota Serang ini, berharap agar kebijakan pemerintah tak hanya berpihak kepada pengusaha besar, melainkan tetap mengutamakan pengusaha kecil di pasar malam maupun kaki lima di setiap sudut Banten. “Kita sih berharapnya dapat bantuan dana dari pemerintah. Biar bisa majuin dagangan ini,” harap dia.
Yusuf, pedagang gorengan di tempat yang sama juga tak muluk-muluk. Dia hanya berharap pemerintah tetap menjaga stabilitas harga di pasar agar pedagang kecil seperti dirinya bisa gampang mencari bahan baku dan dagangan laris manis diserbu pembeli.
“Kalau masih bisa dapat pisang sama tepung masih bisa jualan. Yang penting mah itu aja,” kata Yusuf di Jalan Ponegoro, Kota Serang, Banten.
Warga Lopang, Kota Serang, Banten ini sudah berjualan sejak lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dirinya terpaksa berhenti sekolah karena persoalan ekonomi yang tak bisa di ajak berkompromi untuk membiayai pendidikannya. Sehingga, Ucup, panggilan akrabnya, harus berdagang gorengan untuk membantu ekonomi keluarganya.




0 Komentar