![]() |
| Ahmed Mohamed saat ditangkap dan diborgol (Foto: Reuters) |
MediaTangerang.com, - Ahmed Mohamed (14) siswa MacArthur High School di Texas harus merasakan
dinginnya besi borgol hanya karena kegemarannya pada sains. Ahmed yang
berniat masuk klub robotik sekolahnya akhirnya membuat jam dari kotak
pinsil yang dirakitnya di rumah dan dibawahnya ke sekolah untuk
diperlihatkan pada guru teknologinya.
Bukannya takut, gurunya malah melaporkan kepada polisi karena menyangka
jam yang dirakit siswanya tersebut adalah bom. Setelah diborgol dan
diinterogasi oleh polisi akhirnya ia dibebaskan karena dugaan tersebut
tentu saja tidak terbukti.
“Kupikir setiap orang sudah tahu kalau aku membuat sebuah jam dan malah mendapat banyak masalah karenanya. Aku membuat jam itu agar guruku terkesan tetapi ketika aku menunjukkanya, dia malah merasa terancam,” ungkap Ahmed dalam konferensi pers seperti dikutip Aktualita.co.
Walau akhirnya dilepaskan karena kecurigaan tersebut tidak terbukti, nyatanya hal tersebut memancing reaksi di media sosial yang memberi dukungan kepada bocah asal Texas tersebut dengan tagar ##IStandWithAhmed.
“Hanya ingin membuat sesuatu yang bagus, tapi karena namanya Mohamed dan karena kejadian 11 September maka putra saya mendapatkan perlakuan tak layak,” ujar Ayah Ahmed, Mohamed Elhassan yang berasal dari Sudan.
Dewan Hububungan Amerika-Islam mengatakan kecurigaan ayah Ahmed mungkin tepat. “Saya rasa ini tidak akan dipertanyakan bila namanya bukan Ahmed Mohamed,” kata Alia Salem, anggota dewan setempat.
Dukungan Buat Ahmed, Dari Obama Hingga Facebook dan Google
Perlakuan yang dialami Ahmed Mohamed menarik simpati banyak pihak termasuk dari Presiden Barrack Obama. Presiden Amerika Serikat Barack Obama bahkan mengundang Ahmed Mohamed ke Gedung Putih.
Melalui akun twitternya Obama menulis, “Jam yang keren Ahmed. Mau membawanya ke Gedung Putih? Kita bisa menginspirasi anak-anak untuk menyukai sains.”
Undangan lain juga datang dari CEO Facebook Mark Zuckerberg yang mengundang Ahmed ke kantor Facebook. “Memiliki skill dan ambisi untuk membuat sesuatu yang keren harus dihargai, bukannya malah ditangkap. Masa depan dimiliki oleh orang seperti Ahmed. Ahmed, jika kamu ingin datang ke Facebook, aku ingin bertemu denganmu,” tulis Zuck di Facebook.
Lain halnya dengan Google. Google mengundang Ahmed agar ambil bagian dalam pameran sains yang mereka adakan. “Bawalah jam kamu itu,” kata pihak Google.
Tak berhenti hingga disitu, undangan magang juga ditawarkan oleh Twitter. “Kami juga suka membuat sesuatu di Twitter. Apakah kamu mempertimbangkan magang dengan kami?” tulis mereka.
Bahkan Aaron Levie, pendiri perusahaan layanan cloud Box juga mengundangnya. “Ahmed, aku tahu kamu sudah diundang ke Gedung Putih dan Facebook. Tapi kita berdua tahu kalau kamu suka dengan software enterprise di hatimu. Datanglah ke Box,” tulis Aaron di Twitter.
Berbagai dukungan terhadap Ahmed Mohamed bisa dilihat di akun twitternya yang telah terverifikasi dengan akun @IStandWithAhmed




0 Komentar