MediaTangerang.com, - Galian pasir ilegal kembali marak di Kecamatan Cisoka dan Solear, Kabupaten Tangerang. Keberadaan galian pasir dengan kendaraan beratnya, berimbas pada banyaknya jalan yang rusak, serta tidak jarang menimbulkan korban jiwa.
Susi, (27), seorang guru di Kecamatan Solear menjelaskan, di Kecamtan Cisoka dan Solear, banyak terdapat galian pasir. Di Cisoka sendiri tersebar di tujuh titik. Tujuh titik itu diantaranya yakni kampung babakan, kampung hunian,kampung cibirat, kampung manggu, kampung cigaru dalam, cigaru luar dan kampung popojok.
Sementara di Kecamatan Solear terdapat tiga titik, yakni di kampung lodog, pasir dage dan kampung munjul tegal, Desa Pesanggarhan. Tehnik penggalian menggunakan manual maupun mesin berat beko.
“Sejak tahun 2002, di Kecamatan Cisoka dan Solear, sudah terdapat galian pasir. Belasan orang sudah menjadi korban, akibat tertimbun galian pasir yang loingsor,” ujarnya dikutip Banten Satu, Minggu (23/2).
Bahkan menurut Susi, di bulan Januari 2015, sudah ada tiga orang yang tertimbun pasir di area galian pasir di Kampung Babakan Desa Cisoka Kecamatan Cisoka.
“Dua diantaranya meninggal dan satu hidup,” imbuhnya.
H. Abdullah, warga Solear, yang juga sebagai salah satu penganggung jawab galian di kampung pasir dage Kecamatan Solear menegaskan, salah satu warganya, bernama Anwar dari Kampung Ciparanje, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Solear, menjadi korban galian pasir yang ada di kampung Babakan, Desa Cisoka, Kecamatan Cisoka. Anwar meninggal dunia, setelah tertimbun longsor sekitar bulan Januari lalu.
“Penanggung Jawab galian di Kampung Babakan, Awing, katanya bersedia memberikan santunan bagi yang meninggal. Katanya akan diberikan sebesar Rp15 Juta. Tapi sampai saat ini belum dibayarkan lunas. Padahal ini sudah lebih dari 40 hari meninggalnya Anwar,” ungkapnya.
Susi, (27), seorang guru di Kecamatan Solear menjelaskan, di Kecamtan Cisoka dan Solear, banyak terdapat galian pasir. Di Cisoka sendiri tersebar di tujuh titik. Tujuh titik itu diantaranya yakni kampung babakan, kampung hunian,kampung cibirat, kampung manggu, kampung cigaru dalam, cigaru luar dan kampung popojok.
Sementara di Kecamatan Solear terdapat tiga titik, yakni di kampung lodog, pasir dage dan kampung munjul tegal, Desa Pesanggarhan. Tehnik penggalian menggunakan manual maupun mesin berat beko.
“Sejak tahun 2002, di Kecamatan Cisoka dan Solear, sudah terdapat galian pasir. Belasan orang sudah menjadi korban, akibat tertimbun galian pasir yang loingsor,” ujarnya dikutip Banten Satu, Minggu (23/2).
Bahkan menurut Susi, di bulan Januari 2015, sudah ada tiga orang yang tertimbun pasir di area galian pasir di Kampung Babakan Desa Cisoka Kecamatan Cisoka.
“Dua diantaranya meninggal dan satu hidup,” imbuhnya.
H. Abdullah, warga Solear, yang juga sebagai salah satu penganggung jawab galian di kampung pasir dage Kecamatan Solear menegaskan, salah satu warganya, bernama Anwar dari Kampung Ciparanje, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Solear, menjadi korban galian pasir yang ada di kampung Babakan, Desa Cisoka, Kecamatan Cisoka. Anwar meninggal dunia, setelah tertimbun longsor sekitar bulan Januari lalu.
“Penanggung Jawab galian di Kampung Babakan, Awing, katanya bersedia memberikan santunan bagi yang meninggal. Katanya akan diberikan sebesar Rp15 Juta. Tapi sampai saat ini belum dibayarkan lunas. Padahal ini sudah lebih dari 40 hari meninggalnya Anwar,” ungkapnya.




0 Komentar