MediaTangerang.com, KABUPATEN TANGERANG - Polsek Kelapa Dua, Polres Tangerang Selatan gelar apel pasukan pengamanan pemilu OPS 2019 di wilayah hukum Kelapa Dua dengan Inspektur apel Kapolsek Kelapa Dua, Kompol Efendi SH, bertempat di halaman parkir loding dock Sumarecon Mall Serpong, Jalan Raya Boulevard, Gading Serpong, Kelurahan Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa dua Kabupaten Tangerang, Sabtu pagi (23/3/2019).

Dalam gelar apel tersebut juga dihadiri PJU Polsek Kelapa dua, Kasi Trantib Kecamatan Kelapa Dua Ajat Sudrajat atau mewakili Camat, Para lurah Se Kecamatan Kelapa dua, PPK Kecamatan Kelapa Dua di wakili Ade Irawan, Panwascam Kecamatan Kelapa dua di wakili Purwanto, Ketua Forum Komunikasi Lintas Agama Kecamatan Kelapa Dua Madsari, Kabag Pam Sumarecon Mall Serpong Kolonel (Purn) Baihaqi, Pasiops Sumarecon Estatet Akpb (Purn) Kustanto.

Adapun Peserta apel sebanyak 230 orang yang terdiri dari, 10 dari TNI / Koramil 02 Curug, 40 dari Polsek Kelapa dua, 10 dari Trantib Kecamatan Kelapa dua, Gabungan Ormas / Banser, 20 dari Pemuda Pancasila dan BPPKB, 20 dari Citra Bhayangkara Dan Senkom, 10 dari Keamanan TMD Lippo Karawaci, 90 dari Keamanan Sumarecon, 30 dari Keamanan Paramount 

Amanat Menkopolhukam RI Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Wiranto, SH dibacakan oleh Kapolsek Kelapa Dua Kompol Efendi SH.

Dalam amanat yang dibacakan tersebut Wiranto menyebutkan bahwa sukses atau tidaknya perhelatan demokrasi ini sangat tergantung kepada semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung, tidak saja anggota Partai Politik dan masyarakat yang dituntut untuk taat dan patuh pada berbagai ketentuan yang ada, akan tetapi juga pihak penyelenggara Pemilu.

Pemilu serentak tahun 2019 merupakan kesempatan berharga bagi rakyat Indonesia untuk memilih calon anggota legislatif yang akan memperjuangkan aspirasi rakyat dan sekaligus sarana untuk memilih pemimpin nasional guna mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia melihat konteks pelaksanaan pemilu tersebut sedapat mungkin opini kita semua diarahkan bahwa ajang ini bukanlah untuk membenturkan satu pihak dengan pihak yang lain atau ajang konflik antara kubu yang satu dengan kubu yang lain. 

Penyelenggaraan Pemilu serentak tahun 2019 ini menurut Wiranto masih terdapat ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang dimungkinkan akan menghambat kelancaran penyelenggaraannya. Bawaslu dan Polri telah mengeluarkan indeks kerawanan Pemilu, yang merupakan pemetaan terhadap kerawanan-kerawanan yang diprediksi akan timbul dalam penyelenggaraan Pemilu disetiap daerah. 

Wiranto meminta TNI Polri selaku intitusi yang bertanggung jawab langsung terhadap pengamanan jalannnya pemilu serentak tahun 2019, apabila menemukan adanya kerawanan dan hambatan tersebut harus dapat mengambil suatu tindakan tegas dengan prosedur tetap dan aturan hukum yang berlaku sehingga tidak ada toleransi sekecil apapun bagi pihak-pihak yang akan mengganggu jalannya Pemilu serentak tahun 2019.

Wiranto dalam maklumatnya juga menyampaikan beberapa penekanan untuk kita pedomani bersama dalam melaksanakan tugas pengamanan pemilu serentak tahun 2019. Diantaranya meminta para aparat untuk memahami bahwa tugas pengamanan pemilu serentak tahun 2019 ini adalah kehormatan dan kebanggaan yang tidak dapat dinilai dengan apapun sekaligus menjadi amal ibadah yang akan mendapatkan balasan pahala dari Tuhan Yang Maha Esa bila dilaksanakan dengan tulus ikhlas.

"Dan setelah itu dilakukan pembacaan Ikrar Bersama Pengamanan Swakarsa Indonesia oleh perwakilan ormas. dan diikuti oleh seluruh ormas, Lsm dan pam swakarsa. Juga dilaksanakan Yel Yel Pemilu damai," tandas Kapolsek Kelapa Dua. (red)