KNRP Banten Kecam Rencana Zional Israel Membagi Dua Masjid Al-Aqsha

Tentara Israel menyerang jamaah umat Islam di Masjid Al-Aqsa
MediaTangerang.com, - Komiten Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Banten mengecam rencana Zionis Israel membagi dua Masjid Al-Aqsha, satu untuk Umat Islam dan satu untuk Yahudi.

“KNRP mengingatkan akan bahaya rencana pembagian Masjidil Aqsha menjadi dua, satu untuk umat Islam dan satu lagi untuk Yahudi. Hal ini tidak boleh didiamkan begitu saja tanpa ada reaksi dari umat Islam dan pemerintahannya,” kata Ketua KNRP Banten, Amrozi M. Rais melalui siaran persnya di Banten, Rabu (16/9/2015).

KNRP Banten menegaskan bahwa eskalasi kejahatan Zionis Israel terhadap kiblat pertama umat Islam ini menggugah kemarahan umat Islam dan pemerintah negara-negara Islam untuk membela tanah ketiga yang disucikan oleh Nabi Muhammad SAW.

“Kami menyerukan kepada pemerintahan negara Arab dan Islam untuk tidak tinggal diam dan meminta pertanggungjawaban atas meningkatnya eskalasi kejahatan Zionis Israel terhadap Masjidil Aqsha. Meminta kepada masyarakat internasional untuk bertanggungjawab dan campur tangan menghentikan Zionis Israel dan pemukim Yahudi menginjak-injak kesucian masjid sebelum kondisinya menjadi darurat dan meningkatan ketegangan di kawasan,” kata Amrozi menegaskan.

KNRP Banten memandang kekejaman Zionis Israel atas Masjidil Aqsha dan pembakaran terhadap masjid qibli, merupakan eskalasi yang sangat membahayakan dan merupakan kejahatan perang yang masuk dalam rangkaian kejahatan Zionis Israel terhadap tempat-tempat suci yang ada di Palestina.

Seperti diketahui, selama tiga hari berturut-turut, pihak Zionis Israel sejak pagi Ahad 13 September 2015 mengepung Kota Lama di Al Quds. Mereka melakukan serangkaian aksi provokasi dengan menindas, menyerang Masjidil Aqsha dan para jamaah yang tengah melakukan ibadah di dalam masjid. Tidak itu saja, polisi Zionis Israel membuat barikade di setiap pintu masuk Kota Lama, dan dalam jumlah yang sangat besar, aparat keamanan Zionis Israel merangsek masuk ke pelataran Masjidil Aqsha, khususnya wilayah Masjid Qibli. Sambil menggunakan senjata api, bom suara, gas air mata dan peluru karet, mereka menembaki jamaah masjid hingga banyak yang menjadi korban.

Maka tak ayal lagi, asap mengepul dari pelataran Masjidil Aqsha. Sebuah pemandangan yang belum pernah terjadi sejak pembakaran Al Aqsha sejak tahun 1969. Agar kerusakan membesar, aparat keamanan Zionis Israel sengaja melarang mobil pemadam kebakaran masuk ke masjid untuk memadamkan api yang semakin membesar. Sebelum akhirnya bisa dipadamkan oleh jamaah yang memang sengaja menginap di masjid untuk mempertahankan kiblat pertama umat Islam (murabitin).



Posting Komentar

0 Komentar