7 Seruan KNRP Banten Terkait Kekejaman Zionis Israel Terhadap Masjid Al-Aqsha

Tentara Israel menyerang komplek Masjid Al-Aqsha
MediaTangerang.com, - Selama tiga hari berturut-turut, sejak pagi Ahad 13 September 2015 Zionis Israel mengepung Kota Lama di Al Quds. Mereka melakukan serangkaian aksi provokasi dengan menindas, menyerang Masjidil Aqsha dan para jamaah yang tengah melakukan ibadah di dalam masjid. Tidak itu saja, polisi Zionis Israel membuat barikade di setiap pintu masuk Kota Lama, dan dalam jumlah yang sangat besar, aparat keamanan Zionis Israel merangsek masuk ke pelataran Masjidil Aqsha, khususnya wilayah Masjid Qibli. Sambil menggunakan senjata api, bom suara, gas air mata dan peluru karet, mereka menembaki jamaah masjid hingga banyak yang menjadi korban. 
 
 
Menyikapi hal ini, Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Banten melalui Ketuanya Amrozi M. Rais Lc mengeluarkan seruan sebagai berikut:

Pertama: Palestina dan isu didalamnya, kota Al-Quds dan Masjidil Aqsha merupakan titik perseteruan hingga hari kiamat nanti.

Kedua: Mengajak para ulama dan pemikir Islam untuk membangkitkan semangat umat dalam menghadapi rencana jahat Zionis Israel.

Ketiga: menolak semua langkah jahat Zionis Israel yang akan membagi Masjidil Aqsha menjadi dua, satu untuk umat Islam dan satu lagi untuk Yahudi. Dan kami ingin menegaskan bahwa Al-Aqsha merupakan tanah wakaf kaum muslimin yang tidak boleh ditawar-tawar lagi.

Keempat: mengingatkan kepada semua muslim akan kewajibannya terhadap Palestina dan Al-Aqsha walaupun apa yang kini terjadi pada umat Islam di penjuru dunia berupa musibah dan tragedi. Juga mengingatkan kewajiban mereka dan tanggung jawabnya di hadapan Allah SWT, di hadapan umat dan sejarah untuk menghentikan semua kejahatan Zionis Israel.

Kelima: meminta kepada Otoritas Palestina (OP) pimpinan Mahmud Abbas untuk menghentikan segera aksi koordinasi keamanan dengan pihak Zionis Israel, dan memberikan ruang dan peluang seluas-luasnya kepada pejuang-pejuang Palestina dalam membela kiblat pertama umat Islam tersebut, khususnya di wilayah Tepi Barat.

Keenam: menyerukan kepada organisasi, lembaga umat Islam dan NGO-NGO yang bergerak di bidang Palestina untuk bergerak menyelamatkan Masjidil Aqsha dan menyatukan langkah-langkah mereka dalam memperjuangkan isu Palestina.

Ketujuh: meminta kepada LSM-LSM yang bergerak di bidang HAM untuk menggiring dikeluarkannya resolusi PBB yang menyatakan Zionis Israel melakukan kejahatan perang terhadap warga Palestina dan penistaannya terhadap tempat-tempat suci di Palestina.


Posting Komentar

0 Komentar