![]() |
| (foto: sputniknews) |
MediaTangerang.com, -
Berlin
Stasiun televisi Jerman ARD dikecam banyak pihak karena menayangkan
gambar Kanselir Jerman Angela Merkel mengenakan jilbab hitam.
Deutsche
Welle seperti dikutip Inilah.com mengabarkan Selasa (6/10/2015), dalam program acara Laporan dari
Berlin, stasiun televisi ARD itu menurunkan laporan utama tentang
situasi di Berlin dewasa ini. Terutama dengan kedatangan para imigran
Timur Tengah dan kehidupan Muslim di Berlin.
Program itu membuat
marah sejumlah penontonnya. Di akun Facebook, para pemirsanya menuduh
stasiun televisi ARD itu melancarkan propaganda anti-Islam. Laporannya
sangat manipulatif dan menjijikkan. ''Itu bukan jurnalisme yang
konstruktif,'' tulis pemirsanya. Banyak pula yang membela program acara
sebagai kebebasan berekspresi dan ARD mengajukan pertanyaan yang cukup
masuk akal.
Namun banyak penonton yang tetap menuduh ARD
anti-Islam. Gambar Angela Merkel di latar belakang program acara ARD
itu, mirip dengan gambar dan spanduk anti-imigran yang dibawa kelompok
Pegida atau "Patriotic Europeans against Islamification of the West'.
Menanggapi
kritik pedas itu pihak ARD menjelaskan bahwa gambar Kanselir Angela
Merkel dipasang untuk menarik perhatian penonton. ''Kami menyambut baik
kritik atas gambar itu. Kami sampaikan maaf pada mereka yang tidak
sependapat dengan maksud kami. Maaf apabila kita tidak saling beda
pendapat,'' bunyi pernyataan resmi ARD yang diunggah di akun Facebook.
ARD
adalah singkatan dari Arbeitsgemeinschaft der
ffentlich-rechtlichenRundfunkanstalten der Bundesrepublik Deutschland,
artinya konsorsium penyiaran publik di Jerman yang dibangun 1950. ARD
merupakan stasiun televisi pemerintah terbesar di Jerman dengan 23 ribu
pegawai.




0 Komentar